|
|
Research Mandiri Sekuritas · 5 Mei 2026 |
|
|
|
Bank Indonesia Lanjutkan Intervensi Valas saat Rupiah Tembus Rp17.400 per USD |
|
|
|
|
🌱 What's Growin' on Today |
|
PDB Indonesia 1Q26 +5,61% YoY
Pemerintah kaji pajak windfall nikel di tengah lonjakan harga
BI lanjutkan intervensi valas saat rupiah tembus Rp17.400 per USD
GOTO masuk investasi Danantara, porsi kepemilikan akan ditingkatkan bertahap
NISP akuisisi aset dan liabilitas bisnis Wealth dan Premier Banking HSBC Indonesia
AEP Nusantara Holdings akan jadi pengendali baru PNGO
TUGU dividend yield 8%
LPKR jual aset ke SILO Rp34 M, untuk perkuat neraca dan arus kas
Update laba bersih 3M26
|
|
|
|
|
Performa IHSG:
📊 Indeks Harga Saham Gabungan 7.057,11 +85,15 (+1,22%) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
PDB Indonesia 1Q26 +5,61% YoY
|
|
|
Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi (PDB) sebesar +5,61% YoY pada 1Q26 (vs. 4Q25: +5,39% YoY). Hasil ini melampaui ekspektasi konsensus (5,3%) dan Mansek (5,5%). Secara kuartalan, PDB Indonesia terkontraksi -0,77% QoQ. di bawah estimasi konsensus sebesar -0,97% QoQ.
|
|
|
Pemerintah Kaji Pajak Windfall Nikel |
|
|
Pemerintah mengkaji penerapan pajak windfall untuk komoditas nikel sebagai sumber tambahan penerimaan negara di tengah lonjakan harga dan ekspor, sekaligus untuk memperkuat pengawasan perdagangan dan mencegah kebocoran penerimaan. Kebijakan ini juga diproyeksikan berjalan seiring dengan dorongan hilirisasi guna memperkuat nilai tambah industri dalam negeri.
|
|
|
BI Lanjutkan Intervensi Valas saat Rupiah Rp17.400
|
|
|
Bloomberg melaporkan bahwa Bank Indonesia terus melakukan intervensi di pasar valas setelah rupiah bergerak di atas Rp17.400 per USD. Erwin Hutapea, Direktur Eksekutif Pengelolaan Moneter dan Sekuritas BI, mengatakan intervensi dilakukan melalui instrumen DNDF, NDF offshore, transaksi spot, dan SBN pasar sekunder untuk menjaga mekanisme pasar dan stabilitas rupiah.
|
|
|
|
|
|
|
$GOTO Masuk Investasi Danantara,
|
|
|
PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) disebut telah menjadi bagian dari investasi Danantara, dengan rencana peningkatan porsi kepemilikan secara bertahap. CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan langkah ini terkait upaya penyesuaian komisi aplikator ojol menjadi 8%, sejalan dengan arahan pemerintah untuk meningkatkan pendapatan bersih pengemudi.
|
|
|
$NISP Akuisisi Aset dan Liabilitas Bisnis HSBC Indonesia
|
|
|
PT Bank OCBC NISP (NISP) menandatangani perjanjian dengan Bank HSBC Indonesia untuk mengakuisisi aset dan liabilitas bisnis Wealth dan Premier Banking HSBC, dengan pendanaan berasal dari dana internal. Nilai transaksi tidak diumumkan.
|
|
|
AEP Nusantara Holdings Jadi Pengendali Baru $PNGO |
|
|
PT Pinago Utama (PNGO) mengumumkan bahwa AEP Nusantara Holdings Ltd akan menjadi pengendali baru setelah mengakuisisi total ~768 juta (98,26%) saham. Akuisisi tersebut berasal dari pengambilalihan 75,5% dari para pemegang saham utama serta 22,76% saham dari Wilson Sutantio, melalui dua Perjanjian Jual Beli Saham. Seiring dengan perubahan pengendalian tersebut, AEP Nusantara Holdings Ltd wajib melaksanakan tender wajib.
|
|
|
|
|
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (TUGU) akan membagikan dividen tahun buku 2025 senilai ~Rp100/saham, setara dividend yield 8% berdasarkan penutupan TUGU pada Senin (4/5) di Rp1.245/saham. Cum date pada 8 Mei 2026, dengan pembayaran pada 3 Juni 2026.
|
|
|
|
|
PT Lippo Karawaci (LPKR) menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Bersyarat untuk menjual area seluas ~1.408 meter persegi di Millenium Village Hillcrest House Tower, Tangerang, kepada PT Siloam International Hospital (SILO) dengan nilai transaksi sekitar ~Rp34 miliar. Penyelesaian transaksi akan dilakukan setelah seluruh persyaratan terpenuhi, termasuk diperolehnya opini kewajaran atas transaksi tersebut. Rencana transaksi ini dinilai akan memperkuat struktur neraca serta meningkatkan arus kas Perseroan.
|
|
|
|
|
ICBP 3M26: laba bersih -3% YoY
INDF 3M26: laba bersih +9% YoY
ADRO 3M26: laba bersih +67% YoY
AMRT 3M26: laba bersih +10% YoY
KLBF 3M26: laba bersih -4% YoY
GGRM 3M26: laba bersih +1.331% YoY
ACES 3M26: laba bersih +16% YoY
SMGR 3M26: laba bersih +89% YoY
SILO 3M26: laba bersih +14% YoY
AADI 3M26: laba bersih -27% YoY
INTP 3M26: laba bersih +2% YoY
DMAS 3M26: laba bersih +130% YoY
MNCN 3M26: laba bersih -12% YoY
HEAL 3M26: laba bersih -19% YoY
MTEL 3M26: laba bersih +4% YoY
MIKA 3M26: laba bersih +5% YoY
SCMA 3M26: laba bersih +100% YoY
|
|
|
|
|
|
|
0 komentar:
Posting Komentar