|
|
Research Mandiri Sekuritas · 11 Juni 2026 |
|
|
|
AS Serang Sistem Militer Iran Hari Kedua di Tengah Eskalasi Hormuz
|
|
|
|
|
🌱 What's Growin' on Today |
|
Inflasi AS Mei 2026: sejalan ekspetasi
AS kembalikan USD22 miliar tarif usai Mahkamah Agung batalkan kebijakan Trump
AS serang sistem militer Iran hari kedua di tengah eskalasi Hormuz
ASII buyback saham hingga Rp8 T dan alihkan treasury untuk MSOP
ENRG right issue 13,2 M, dengan potensi dilusi 33,33%
GIAA ekspansi rute Eropa Utara via codeshare Scandinavian Airlines
VISI diakuisisi 61,85% senilai Rp179 M
Dividend Update
|
|
|
|
|
Performa IHSG:
📊 Indeks Harga Saham Gabungan 5.886,03 -16,34 (-0,28%) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Inflasi AS Mei 2026: Sejalan Ekspetasi
|
|
|
AS mencatatkan inflasi pada Mei 2026 sebesar 4,2% YoY (vs. Apr-26: 3,8%), sejalan dengan ekspektasi konsensus. Hasil ini merupakan raihan inflasi tertinggi sejak April 2023. Sementara itu, inflasi inti AS tercatat sebesar 2,9% YoY (vs. Apr-26: 2,8%), menandakan level inflasi inti tertinggi sejak September 2025, serta sejalan dengan estimasi konsensus.
|
|
|
AS Kembalikan USD22 Miliar Tarif
|
|
|
Bloomberg melaporkan bahwa Departemen Keuangan AS mengembalikan hampir USD22 miliar penerimaan tarif kepada importir pada Mei 2026, setelah Mahkamah Agung membatalkan sebagian besar kebijakan tarif Presiden Trump. Nilai refund tersebut hampir setara dengan penerimaan tarif pada bulan yang sama, sehingga secara efektif menetralkan pendapatan bea masuk pemerintah AS pada Mei 2026.
|
|
|
AS Serang Iran Hari Kedua di Tengah Eskalasi Hormuz |
|
|
Bloomberg melaporkan bahwa militer AS kembali menyerang sejumlah target di Iran untuk hari kedua berturut-turut, setelah Presiden Donald Trump menuduh Iran memperlambat negosiasi damai. AS menyatakan serangan telah selesai dan menargetkan sistem pengawasan militer, komunikasi, serta pertahanan udara Iran yang dinilai mengancam pasukan AS dan kapal komersial di Selat Hormuz.
|
|
|
|
|
|
|
$ASII Buyback Saham dan Alihkan Treasury untuk MSOP
|
|
|
PT Astra International (ASII) mengumumkan rencana buyback saham senilai maksimum Rp8 triliun. Periode buyback direncanakan berlangsung selama 12 bulan dengan tanggal pelaksanaan pada 20 Juli 2026–16 Juli 2027. Perseroan juga akan mengalihkan sebagian saham treasury hasil buyback untuk program kepemilikan saham manajemen (MSOP) dengan jumlah maksimum 100 juta saham dalam jangka waktu 3 tahun setelah selesainya periode buyback tahap ketiga pada 15 Juni 2026. Rencana tersebut masih menunggu persetujuan RUPSLB yang dijadwalkan pada 17 Juli 2026.
|
|
|
$ENRG Right Issue 13,2 M, Potensi Dilusi 33,33%
|
|
|
PT Energi Mega Persada (ENRG) mengumumkan akan melakukan right issue hingga sebanyak ~13,3 miliar saham baru, dengan harga pelaksanaan Rp310/saham dan rasio 2:1 sehingga nilai dana yang dihimpun sebesar ~Rp4,1 triliun serta efek dilusi maksimum 33,33%. Dana yang dihimpun akan digunakan untuk peningkatan penyertaan modal kepada anak usaha, serta mendukung kebutuhan modal kerja dan biaya operasional Perseroan. PT Shima Global Kapital selaku pemegang saham pengendali tidak akan melaksanakan haknya dan akan mengalihkan ~2,3 miliar HMETD kepada PT Bakrie Kalila Investment (BKI), sementara BKI akan melaksanakan haknya dan bertindak sebagai pembeli siaga bersama pihak terafiliasi lainnya. Cum right dijadwalkan pada 13 Agustus 2026, sedangkan periode perdagangan dan pelaksanaan berlangsung pada 20–28 Agustus 2026.
|
|
|
$GIAA Ekspansi Rute Eropa Utara via Codeshare
|
|
|
PT Garuda Indonesia (GIAA) menandatangani kerja sama codeshare dengan Scandinavian Airlines untuk memperluas jaringan penerbangan ke Eropa Utara. Melalui kerja sama ini, pelanggan GIAA dapat mengakses Copenhagen, Stockholm, dan Oslo melalui penerbangan lanjutan dari Amsterdam, Tokyo Haneda, dan Bangkok, sementara penjualan tiket dijadwalkan mulai pertengahan Juni 2026 dan penerbangan perdana pada 15 Juni 2026.
|
|
|
$VISI Diakuisisi 61,85% Senilai Rp179 M |
|
|
PT Satu Visi Putra (VISI) mengumumkan bahwa, Harmoni Semesta Investama, mengakuisisi ~1,9 miliar (61,85%) saham dengan harga Rp94/saham, sehingga nilai transaksi mencapai sekitar ~Rp179 miliar. Akuisisi ini bertujuan memperkuat strategi ekspansi dan meningkatkan akses pendanaan alternatif bagi perseroan. Setelah transaksi, kepemilikan mayoritas beralih ke Harmoni Semesta Investama yang dikendalikan oleh Raffi Farid Ahmad dan Nagita Slavina Mariana Tengker, disertai rencana tender offer sesuai ketentuan OJK.
|
|
|
|
|
TLKM dividend yield 7,9%
ACES dividend yield 9,2%
ELSA dividend yield 7,5%
DSNG dividend yield 4,2%
MIKA dividend yield 2,9%
KBLM dividend yield 2,4%
OMED dividend yield 2,1%
BLES dividend yield 1,5%
BBMD dividend yield 1,1%
TOSK dividend yield 0,8%
|
|
|
|
|
|
|
0 komentar:
Posting Komentar