Jumat, 03 Juli 2026

🤔 BEI Berencana Ubah Kriteria & Auto Rejection Papan Pemantauan Khusus

IHSG naik +2,28%, ADMR Berikan Pinjaman hingga US$300 Juta ke Entitas Usaha untuk Pengembangan Smelter. Kompilasi berita untuk hari ini.
open

🤔 BEI Berencana Ubah Kriteria & Auto Rejection Papan Pemantauan Khusus

Source: IDX

Daily Market Performance 🚀

IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold
5.875,8 +2,28% +Rp6,0 miliar 17.954 -0,22% 4.182 +1,36%
Oil Coal CPO Nickel
71,9 +0,14% 129,1-0,39% 4.470 -0,80% 16.250 -0,64%

👋 Stockbitor!

BEI tengah mengevaluasi kriteria dan mekanisme perdagangan saham yang termasuk dalam papan pemantauan khusus, di mana evaluasi tersebut akan menghapus dan menyesuaikan beberapa kriteria pada papan pemantauan khusus, menurut posting Instagram BEI pada Kamis (2/7).

BEI menyebut akan menghapus 3 kriteria papan pemantauan khusus existing, yang mencakup kriteria nomor 6 terkait saham free float, kriteria nomor 7 terkait likuiditas perdagangan rendah, dan kriteria nomor 10 terkait suspensi perdagangan selama lebih dari 1 hari akibat aktivitas perdagangan.

BEI juga akan menyesuaikan kriteria papan pemantauan khusus nomor 11 terkait kondisi lain yang ditetapkan oleh bursa, meski tidak merinci lebih lanjut penyesuaian apa yang akan diterapkan.

Source: IDX

Selain perubahan kriteria, BEI berencana mengubah mekanisme auto rejection serta secara bertahap menambah periode non–cancellation pada perdagangan saham di papan pemantauan khusus (lihat gambar).

Sebagai catatan, masih belum diketahui kapan perubahan–perubahan ini akan efektif diterapkan oleh BEI, di mana BEI menyebut bahwa wacana–wacana di atas masih dalam tahap yang disebut “rule making rule.”

Source: IDX

Key Takeaway

Melihat keseluruhan kriteria papan pemantauan khusus, pertimbangan perubahan — yang mayoritas berupa penghapusan — kriteria di atas akan membuat kebijakan papan pemantauan khusus fokus pada permasalahan ‘fundamental’ emiten, seperti ekuitas negatif dan PKPU.

Spesifik terkait kriteria nomor 10, penghapusan ini — jika terealisasi — akan menjadi evaluasi lanjutan setelah BEI pada Juni 2024 melonggarkan durasi ‘ketentuan keluar’ yang dibutuhkan emiten untuk lepas dari papan pemantauan khusus kriteria nomor 10, yakni dari 30 hari bursa menjadi 7 hari bursa. Selain itu, penghapusan kriteria 10 juga memiliki keterkaitan dengan ketentuan MSCI, di mana saham yang berada dalam papan pemantauan khusus (FCA) terkait kriteria nomor 10 dalam periode ~4 bulan terakhir tidak akan dimasukkan oleh MSCI ke dalam indeks dan/atau dimigrasikan di antara Standard dan Small Cap.

Sementara itu, kami menilai perubahan mekanisme batas auto rejection perdagangan papan pemantauan khusus menjadi menyerupai pasar reguler berpotensi membantu mempercepat price discovery, yang dalam prosesnya dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham papan pemantauan khusus. Sebagai ilustrasi, jika terdapat pengumuman aksi korporasi besar/perubahan fundamental signifikan pada suatu saham, harga saham tersebut dapat naik lebih signifikan daripada hanya +10% dengan volume perdagangan yang lebih besar.

💰 ADMR Berikan Pinjaman hingga US$300 Juta ke Entitas Usaha untuk Pengembangan Smelter

  • $ADMR: Alamtri Minerals Indonesia mengumumkan telah menandatangani perjanjian untuk memberikan fasilitas pinjaman revolving dan uncommitted basis hingga US$300 juta kepada anak usahanya, PT Kalimantan Aluminium Industry. Pinjaman ini memiliki tanggal jatuh tempo pada 30 November 2031, dengan bunga yang tidak dirinci. Transaksi ini ditujukan untuk pembiayaan proyek PT Kalimantan Aluminium Industry, termasuk namun tidak terbatas untuk tambahan capex proyek, refinancing, ataupun tujuan lainnya yang terkait dengan pengembangan dan operasional proyek. PT Kalimantan Aluminium Industry sendiri tengah mengembangan smelter aluminium dengan kapasitas tahap pertama sebesar 500 ribu ton ingot aluminium per tahun.
  • $AADI: Adaro Andalan Indonesia mengumumkan telah menandatangani perjanjian untuk memberikan pinjaman hingga US$100,8 juta kepada anak usahanya, PT Kaltara Power Indonesia. Pinjaman ini memiliki tanggal jatuh tempo pada 31 Desember 2033, dengan bunga yang tidak dirinci. Dana pinjaman akan digunakan untuk kegiatan usaha PT Kaltara Power Indonesia, termasuk belanja modal untuk pengembangan proyek.
  • $CDIA: Chandra Daya Investasi melalui anak usahanya, PT Chandra Shipping International, menandatangani perjanjian bersyarat untuk mengambil bagian atas 40% saham baru yang akan diterbitkan anak usaha Petrindo Jaya Kreasi ($CUAN), PT Armada Maritim Persada, senilai US$90 juta. PT Armada Maritim Persada bergerak di bidang angkutan laut perairan pelabuhan dalam negeri untuk barang dan jasa penunjang pertambangan. Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi karena CDIA dan CUAN memiliki pemilik manfaat akhir yang sama, yaitu Prajogo Pangestu, dan akan menyebabkan kepemilikan CUAN di PT Armada Maritim Persada terdilusi dari 99,99% menjadi ~60%.
  • $TPIA: Chandra Daya Investasi ($CDIA) mengumumkan revisi atas 2 fasilitas pinjaman kepada entitas afiliasinya, Aster Port and Terminal Pte. Ltd. dan Aster Power Pte. Ltd., di mana perseroan akan menaikkan plafon pinjaman ke Aster Port and Terminal dari US$80 juta menjadi US$87,45 juta dan ke Aster Power dari US$60 juta menjadi US$64,8 juta. Amandemen juga menambahkan hak bagi CDIA untuk mengonversi sebagian atau seluruh sisa pinjaman menjadi saham di masing–masing entitas hingga 31 Desember 2026, dengan kepemilikan maksimum CDIA pasca–konversi dibatasi sebesar 16,5% di Aster Port and Terminal dan 20% di Aster Power. Aster Port and Terminal bergerak di bidang penyimpanan barang serta operasi pelabuhan dan terminal, sedangkan Aster Power bergerak di bidang transmisi, distribusi, dan penjualan tenaga listrik. Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi karena CDIA, Aster Port and Terminal, dan Aster Power sama–sama dikendalikan oleh Chandra Asri Pacific.
  • $PTRO: Petrosea berencana menyewa gardu listrik (substation) beserta infrastruktur pendukungnya dari anak usaha Chandra Daya Investasi ($CDIA), PT Chandra Investa Prima, senilai Rp1,85 M per bulan atau Rp222 M selama masa sewa 10 tahun. Fasilitas ini akan digunakan untuk pengisian daya kendaraan listrik yang menunjang operasional pengangkutan batu bara PTRO di Barito Selatan, Kalimantan Tengah, dengan masa sewa dihitung sejak tanggal penyerahan gardu listrik. Transaksi ini tergolong transaksi afiliasi karena PTRO dan PT Chandra Investa Prima memiliki pemilik manfaat akhir yang sama, yaitu Prajogo Pangestu.

🔎 Insider Transactions

Source: IDX

Top Gainer 🔥

$ISAT $ARCI $AMMN $IMPC
+8,77% +8,65% +8,02% +6,71%

Top Loser 🤕

$ARTO $SGER $INTP $BRPT
-2,13% -1,45% -1,42% -1,00%

 🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • Biro statistik tenaga kerja AS mencatat data tenaga kerja AS periode Juni 2026 sebagai berikut: 1) non–farm payroll AS naik +57.000, di bawah ekspektasi konsensus di level +110.000 dan lebih rendah dari angka Mei 2026 yang direvisi ke +129.000; dan 2) tingkat pengangguran di 4,2%, di bawah ekspektasi konsensus dan angka Mei 2026 yang masing–masing di level 4,3%. Menyusul rilis data tersebut, ekspektasi market terhadap kenaikan suku bunga AS menjadi berkurang, dengan analisis dari CME FedWatch Tool menunjukkan bahwa probabilitas kenaikan suku bunga AS hingga Desember 2026 berada di level 77% per Jumat (3/7) sore, turun dari 83% sebelum data dirilis. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) turun -0,6% ke level 100,8 dan harga emas naik +2% ke level US$4.125/oz.
  • TBS Energi Utama ($TOBA) mengumumkan telah menandatangani perjanjian dengan entitas usahanya yang tergabung dalam grup Electrum — yakni, PT Energi Kreasi Bersama, PT Rental Kreasi Bersama, PT Infrastruktur Kreasi Bersama, dan PT Manufaktur Kreasi Bangsa — untuk memanfaatkan fasilitas kredit yang diterima perseroan dari Bank Mandiri ($BMRI) hingga US$23 juta. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 10,95% per tahun, dengan jangka waktu jatuh tempo 5 tahun sejak setiap tanggal penarikan. Jika Electrum tidak dapat memenuhi kewajibannya, TOBA akan menanggung pembayaran tersebut, yang kemudian akan dicatat sebagai pinjaman dari Perseroan kepada Electrum. Transaksi ini bertujuan untuk memberikan dukungan pendanaan bagi grup Electrum yang sedang mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, mencakup manufaktur sepeda motor listrik, teknologi baterai, hingga infrastruktur pengisian daya.
  • Alamtri Resources Indonesia ($ADRO) melalui anak usahanya, PT Alamtri Renewables Indonesia, menandatangani merevisi pemberian pinjaman kepada PT Batam Sarana Surya berupa penambahan plafon tranche B hingga Rp300 M dengan bunga tetap 6,5% per tahun dan jatuh tempo diubah menjadi 31 Desember 2031. Pinjaman tersebut akan digunakan untuk investasi dan pengembangan proyek energi terbarukan milik PT Batam Sarana Surya di Batam, Kepulauan Riau. Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi karena PT Batam Sarana Surya merupakan anak usaha PT Alamtri Renewables Indonesia dan keduanya dikendalikan oleh ADRO.
  • Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan bahwa pihaknya telah menambah pasokan batu bara berkalori 4.500 kkal/kg sebanyak 16,8 juta ton. IDX Channel melaporkan bahwa tambahan pasokan tersebut akan mengamankan pasokan batu bara untuk PLTU hingga akhir tahun. Sebelumnya, pasokan PLN untuk batu bara kalori menengah–atas mengalami defisit dan sempat menyebabkan pemadaman bergilir, di mana PLTU milik PLN per Senin (22/6) masih menghadapi kekurangan pasokan batu bara sekitar 13 juta ton dari total kebutuhan 2026 sebesar 154 juta ton.
  • Erajaya Swasembada ($ERAA) mengumumkan bahwa Sinar Eka Selaras ($ERAL) telah mengalihkan unit bisnis serta seluruh hak atas merek dagang ‘Loops’ dan ‘Lamina’ kepada PT Teletama Artha Mandiri senilai Rp50,5 M. Transaksi ini merupakan strategi untuk penataan portofolio bisnis dan optimalisasi potensi merek ‘Loops’ dan ‘Lamina’, di mana kedua merek tersebut diharapkan dapat memanfaatkan jaringan distribusi, logistik, dan infrastruktur PT Teletama Artha Mandiri secara lebih efektif untuk meningkatkan penetrasi pasar. Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi karena ERAL dan PT Teletama Artha Mandiri dikendalikan oleh ERAA.

📜 Momentum Dalam Rights Issue

“Kunci Right Issue itu DIHITUNG. Setelah kalian hitung, baru bisa tahu Potensi Momentum Right Issue itu berapa besar.” — teddyed

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Dikarenakan banyaknya perusahaan yang mengumumkan rights issue secara besar-besaran, Stockbitor teddyed memberikan beberapa tips untuk dapat menemukan rights issue yang memiliki momentum yang bagus. Kedua indikator tersebut adalah dilusi, di mana semakin besar dilusi semakin baik, dan harga tebus yang jauh di bawah harga market. Kedua indikator ini menandakan bahwa sebuah rights issue memiliki potensi yang tinggi sebelum aksi korporasinya terjadi. Jika harga tebus di atas harga market, maka sikap kita terhadap rights issue tersebut lebih ke wait and see dibandingkan langsung dibeli. Saat melihat aksi korporasi, kita harus pandai melihat detail-detail kecil yang ada, tidak hanya yang sebelumnya disebut, namun juga prospek perusahaan dan hal-hal lainnya. Baca selengkapnya di sini!

Sekilas tentang teddyed

teddyed merupakan salah satu Stockbitor yang aktif membagikan analisis mendalam tentang pasar saham dengan fokus pada momentum, teknikal, dan logika investasi berbasis cerita (story), bukan sekadar ikut tren harga. Gaya penyampaiannya reflektif dan edukatif, mengajak pembaca untuk berpikir kritis dan membangun kail analisis sendiri daripada sekadar mengikuti “pola harga” belaka.

Copyright 2026 Stockbit, all rights reserved. Anda menerima email ini karena terdaftar sebagai akun aktif di Stockbit dan/atau telah mendaftar melalui website Stockbit/Stockbit Snips.

Disclaimer:

Email ini dikirim oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri “@Stockbit.com”. Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Want to change how you receive these emails?
Unsubscribe here
Share this history on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Berita Unik dan Aneh di Dunia Copyright © 2010 Designed by Dwi Isnein Evian Syah.Own Blog