|
|
Research Mandiri Sekuritas · 3 Juli 2026 |
|
|
|
Harga Pertamax Diproyeksi Turun Bertahap, Tekanan Inflasi Dinilai Mereda |
|
|
|
|
🌱 What's Growin' on Today |
|
Harga Pertamax diproyeksi turun bertahap, tekanan inflasi dinilai mereda
Indonesia kantongi komitmen investasi China baru USD500 juta
PLN tambah pasokan batu bara 4,8 juta ton untuk stabilkan listrik Jawa
ISAT divestasi Infra Fiber Rp11,7 T, potensi bukukan gain Rp1,6 T
TPIA–CDIA tambah plafon pinjaman dan hak konversi saham
PTRO sewa gardu listrik EV Rp222 M selama 10 tahun
ADRO revisi pinjaman Rp300 M untuk proyek energi terbarukan
PTBA dan Pertamina NRE jajaki pengembangan proyek PLTS
Dividend Update
|
|
|
|
|
Performa IHSG:
📊 Indeks Harga Saham Gabungan 5.875,78 +131,22 (+2,28%) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Harga Pertamax Diproyeksi Turun Bertahap
|
|
|
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis harga Pertamax akan turun bertahap seiring melandainya harga minyak dunia, sehingga tekanan inflasi dari BBM nonsubsidi diperkirakan berkurang dalam beberapa bulan ke depan. Purbaya menilai kenaikan inflasi saat ini lebih dipicu faktor sementara seperti energi dan pangan, bukan lonjakan permintaan, tercermin dari inflasi inti Juni 2026 yang masih terkendali di 2,76%.
|
|
|
Indonesia Kantongi Komitmen Investasi China
|
|
|
Indonesia mengantongi komitmen investasi baru sekitar USD500 juta dari pelaku usaha China melalui penandatanganan 10 MoU dalam forum kerja sama Two Countries, Twin Parks (TCTP). Tambahan ini mendorong total komitmen investasi dalam kerangka TCTP menjadi sekitar USD10,5 miliar, naik dari capaian USD10 miliar yang diumumkan pada Februari 2026. Kesepakatan tersebut mencakup sektor biomedis, uji klinis, keamanan data dan kecerdasan artifisial, perdagangan digital, alat kesehatan, industri herbal, hingga mobilitas kendaraan listrik dan elektronik konsumen. Pemerintah juga menilai arus investasi ini penting untuk menopang target pertumbuhan ekonomi 8%, seiring dukungan lanjutan dari Pemerintah Provinsi Fujian terhadap implementasi proyek TCTP.
|
|
|
PLN Tambah Pasokan Batu Bara 4,8 Juta Ton
|
|
|
PLN menyatakan pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Pulau Jawa dipicu keterbatasan pasokan batu bara berkalori menengah hingga tinggi untuk PLTU, namun kondisi mulai membaik setelah pemerintah menambah alokasi batu bara dengan spesifikasi di atas 4.500 kcal/kg. Tambahan pasokan itu mencapai 1,8 juta ton pada Juli 2026 dan sekitar 3 juta ton untuk periode Agustus–Desember 2026, sehingga total tambahan sekitar 4,8 juta ton.
|
|
|
|
|
|
|
$ISAT Divestasi Infra Fiber, Potensi Bukukan Gain
|
|
|
PT Indosat (ISAT) bersama anak usahanya, Aplikasi Lintasarta, mengumumkan telah mendivestasikan Infra Fiber Teknologi kepada Nusantara Fiber Teknologi melalui penjualan 84,9% saham senilai ~Rp11,7 triliun serta inbreng 15,1% saham, yang membuat ISAT dan Lintasarta menerima saham di Nusantara Fiber Teknologi dan mempertahankan kepemilikan efektif 49,68% di Infra Fiber Teknologi. Setelah transaksi, ISAT tetap memiliki kepemilikan efektif 49,68% di Infra Fiber Teknologi dan diperkirakan membukukan keuntungan dekonsolidasi sekitar Rp1,6 triliun.
|
|
|
$TPIA & $CDIA Tambah Pinjaman & Hak Konversi Saham
|
|
|
PT Chandra Asri Pacific (TPIA) melalui anak usahanya, PT Chandra Daya Investasi (CDIA) , menandatangani amandemen fasilitas pinjaman dengan Aster Port and Terminal Pte. Ltd. (APT) dan Aster Power Pte. Ltd. (APPL). Amandemen ini meningkatkan fasilitas pinjaman APT menjadi USD87,45 juta dari sebelumnya USD80 juta, serta fasilitas pinjaman APPL menjadi USD64,8 juta dari sebelumnya USD60 juta. Amandemen juga menambahkan hak konversi pinjaman menjadi saham, dengan batas kepemilikan CDIA maksimum 16,5% di APT dan 20% di APPL.
|
|
|
$PTRO Sewa Gardu Listrik EV Selama 10 Tahun
|
|
|
PT Petrosea (PTRO) menandatangani transaksi afiliasi dengan anak usaha PT Chandra Daya Investasi (CDIA) , PT Chandra Investa Prima, untuk menyewa gardu listrik (substation) beserta infrastruktur pendukung pengisian daya kendaraan listrik di proyek tambang batu bara di Ugang Sayu, Gunung Bintang Awai, Barito Selatan, Kalimantan Tengah, dengan nilai sewa Rp1,85 miliar per bulan atau setara Rp222 miliar selama 10 tahun. Transaksi ini ditujukan untuk mendukung operasional angkutan batu bara berbasis kendaraan listrik sekaligus memperkuat agenda dekarbonisasi dan penerapan ESG, serta dikategorikan sebagai transaksi afiliasi karena Petrosea dan Chandra Investa Prima memiliki pemilik manfaat akhir yang sama, yaitu Prajogo Pangestu.
|
|
|
$ADRO Revisi Pinjaman untuk Proyek Energi Terbarukan
|
|
|
PT Alamtri Resources Indonesia (ADRO) melalui anak usahanya, Alamtri Renewables Indonesia, menandatangani revisi pemberian pinjaman kepada Batam Sarana Surya berupa plafon tranche B sebesar Rp300 miliar, bunga tetap 6,5%, dan jatuh tempo baru pada 31 Desember 2031. Dana pinjaman akan digunakan untuk investasi dan pengembangan proyek energi terbarukan milik Batam Sarana Surya di Batam, Kepulauan Riau, sejalan dengan strategi perseroan memperluas portofolio non-batu bara dan energi hijau. Perseroan menegaskan transaksi ini tergolong afiliasi karena Alamtri Renewables Indonesia dan Batam Sarana Surya sama-sama perusahaan terkendali dan memiliki kesamaan pengurus.
|
|
|
$PTBA & Pertamina NRE Kembangkan Proyek PLTS
|
|
|
PT Bukit Asam (PTBA) dan Pertamina New & Renewable Energy menandatangani nota kesepahaman untuk menjajaki pengembangan proyek PLTS di area operasional Bukit Asam, termasuk pemanfaatan lahan pascatambang sebagai bagian dari percepatan transisi energi dan penguatan portofolio energi baru terbarukan. Hingga saat ini, portofolio PLTS Bukit Asam telah mencapai 1,2 MWp. Perseroan menilai kerja sama ini dapat membuka peluang optimalisasi aset nasional sekaligus mendukung target Net Zero Emission, dengan lebih dari 250 hektare lahan pascatambang disebut siap untuk tahap awal pengembangan.
|
|
|
|
|
ESIP bagikan dividen Rp0,5/saham, setara dividend yield 0,4%. Cum date pada 8 Juli 2026, dengan pembayaran pada 30 Juli 2026.
TRST bagikan dividen Rp5/saham, setara dividend yield 1%. Cum date pada 9 Juli 2026, dengan pembayaran pada 27 Juli 2026.
MICE bagikan dividen Rp10/saham, setara dividend yield 2%. Cum date pada 8 Juli 2026, dengan pembayaran pada 31 Juli 2026.
|
|
|
|
|
|
|
0 komentar:
Posting Komentar