Selasa, 14 Juli 2026

🛢️ Harga Minyak Melonjak +14% ke US$87/Bbl seiring Ancaman Tarif di Selat Hormuz

IHSG naik +0,03%, AMMN Target Gandakan Produksi Katoda Tembaga pada 2026. Kompilasi berita untuk hari ini.
open

🛢️ Harga Minyak Melonjak +14% ke US$87/Bbl seiring Ancaman Tarif di Selat Hormuz

Photo by: Stockbit

Daily Market Performance 🚀

IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold
6.039,5 +0,03% -Rp830,6 miliar 18.092 -0,07% 4.028 +0,56%
Oil Coal CPO Nickel
87,3 +4,12% 129,7+0,74% 4.570 +0,82% 16.766 +0,15%

👋 Stockbitor!

Harga minyak Brent naik sekitar +4,8% per Selasa (14/7) sore ke level ~US$87,3/ barrel, setelah melonjak +9,6% pada Senin (13/7) ke level ~US$83,3/barrel. Lonjakan harga minyak didorong oleh keputusan Presiden Donald Trump agar AS kembali memberlakukan blokade laut terhadap Iran di Selat Hormuz dan menuntut tarif 20% atas seluruh kargo yang melewati Selat Hormuz.

Trump mengatakan kebijakan tersebut akan melarang Iran maupun pelanggannya untuk memasuki atau meninggalkan Selat Hormuz, sementara negara lainnya tetap dapat menggunakan Selat Hormuz. Pemerintah AS belum memberikan rincian lain tentang rencana penerapan tarif tersebut, termasuk bagaimana biaya tersebut akan diterapkan atau apakah telah dikomunikasikan kepada sekutu AS di wilayah Teluk.

Joint Maritime Information Center menyebut bahwa pusat komando militer AS akan mulai memberlakukan blokade terhadap seluruh pelabuhan dan wilayah pesisir Iran pada Selasa (14/7) mulai pukul 16.00 waktu New York. Pada Senin (13/7), militer AS melancarkan serangan terhadap Iran untuk hari ke–3 beruntun, yang diperkirakan dapat berlanjut selama beberapa hari ke depan.

Menanggapi rencana Trump untuk menerapkan tarif di Selat Hormuz, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa Iran akan selalu menjadi penjaga Selat Hormuz, sembari menambahkan bahwa pihak yang menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz berhak memperoleh kompensasi atas layanan tersebut. Araghchi juga menyindir usulan Trump dengan mengatakan bahwa tarif sebesar 20% dari nilai kargo terlalu tinggi, seraya menegaskan bahwa Iran akan mengenakan tarif yang lebih ‘adil’.

Key Takeaway

Melonjaknya harga minyak kembali memunculkan kekhawatiran tekanan inflasi dan arah suku bunga global. Bagi Indonesia sendiri, harga minyak yang tinggi akan meningkatkan beban belanja subsidi energi dan menekan neraca perdagangan seiring lonjakan impor energi, sehingga berpotensi memperlemah nilai tukar rupiah.

Meski demikian, faktor domestik yakni sentimen positif dari hasil review S&P Global Ratings atas Indonesia — tampak mengkompensasi tekanan jual, sehingga IHSG masih dapat ditutup positif +0,03% dan nilai tukar rupiah menguat +0,07% pada hari ini, Selasa (14/7). Market Asia sendiri masih relatif kuat pada perdagangan hari ini, dengan Nikkei dan Shanghai Stock Exchange masing–masing menguat +0,74% dan +1,36%, didorong oleh positifnya rilis data ekspor China yang mengkompensasi sentimen negatif harga minyak. Selain perkembangan AS–Iran, dalam waktu dekat investor perlu memantau data inflasi AS yang dijadwalkan rilis pada 14 Juli 2026 waktu setempat, yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan suku bunga global.

🎯 AMMN Target Gandakan Produksi Katoda Tembaga pada 2026

  • $AMMN: Direktur Utama PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Rachmat Makkasau, mengatakan dalam rapat bersama DPR pada Selasa (14/7) bahwa pihaknya menargetkan dapat menggandakan produksi katoda tembaga dari 79.848 ton pada 2025 menjadi 162.662 ton pada 2026. Rachmat menambahkan bahwa PT Amman Mineral Nusa Tenggara — yang merupakan anak usaha Amman Mineral Internasional — menargetkan dapat memproduksi 16.119 kg emas, 45.439 kg perak, dan 572.036 ton asam sulfat pada 2026. Rachmat menambahkan bahwa pihaknya telah memproses seluruh hasil tambang di smelter sejak Juni 2026, sembari menambahkan bahwa pihaknya berencana melakukan shutdown smelter sementara pada Desember 2026 atau Januari 2027 untuk melakukan perbaikan lebih lanjut pasca–force majeure tahun lalu.
  • $HRTA: Direktur Hartadinata Abadi, Thendra Crisnanda, mengatakan bahwa pihaknya menargetkan pendapatan Rp70 T (+57% YoY) dan laba bersih sekitar Rp1,4–1,5 T (tumbuh +43% YoY hingga +53% YoY) selama 2026. Perseroan juga berencana menambah hingga 100 gerai baru untuk memperluas jaringan distribusi, serta menganggarkan capex ~Rp100 M untuk pembangunan gedung kantor baru dan pembelian mesin pabrik.
  • $DATA: Remala Abadi mendapatkan pinjaman senilai total ~Rp1,2 T dari Bank Permata ($BNLI), Bank SMBC Indonesia ($BTPN), dan Bank QNB Indonesia ($BKSW). Pinjaman–pinjaman tersebut ditujukan untuk korporasi umum termasuk namun tidak terbatas pada capex dan refinancing serta modal kerja. Selain itu, PT Iforte Solusi Infotek (Iforte) mengalihkan 40% saham DATA dengan harga Rp974/saham kepada induk usahanya, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), pada 13 Juli 2026, sehingga porsi kepemilikan langsung Iforte di DATA turun menjadi tidak ada. Iforte dan Protelindo merupakan anak usaha Sarana Menara Nusantara ($TOWR). Protelindo juga membeli ~151,3 juta saham DATA dengan harga Rp1.091/saham pada 13 Juli 2026. Kedua transaksi tersebut mengimplikasikan bahwa Protelindo mengakuisisi 51% saham DATA dengan harga rata–rata Rp999/saham. Sebelum transaksi ini, Protelindo tidak memiliki porsi kepemilikan langsung di DATA.
  • $BFIN: BFI Finance Indonesia mengatakan dalam klarifikasi kepada BEI bahwa perseroan belum memiliki informasi terkait isu penggabungan usaha dan tidak dapat memberikan tanggapan terkait aktivitas atau keputusan para pemegang saham. Selain BFIN, Bank Jago ($ARTO) mengatakan dalam klarifikasi kepada BEI bahwa perseroan tidak memiliki informasi yang dapat diungkapkan mengenai rumor merger antara ARTO dan BFIN, maupun mengenai rumor pendekatan dari investor asing atau institusi keuangan tertentu. Pernyataan BFIN dan ARTO muncul setelah Bloomberg pada pekan lalu melaporkan bahwa sekelompok investor yang dipimpin oleh Jerry Ng tengah mempertimbangkan opsi kepemilikannya di ARTO dan BFIN, termasuk opsi penggabungan kedua perusahaan tersebut. Dalam laporan tersebut, Bloomberg juga menyebut adanya potensi minat dari sejumlah lembaga keuangan asing yang ingin memperluas bisnis di Indonesia, meski pembahasan disebut masih berada pada tahap awal dan belum menghasilkan keputusan final.
  • $BRNA: Berlina berencana menggelar rights issue hingga ~544 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp685/lembar, rasio 9 saham existing mendapatkan 5 rights, dan efek dilusi hingga 35,71%. Potensi perolehan dana mencapai ~Rp372,6 M, di mana hingga ~Rp264,4 M akan dipenuhi melalui konversi pokok utang perseroan kepada pengendali, PT Dwi Satrya Utama, sementara perolehan dana tunai dari pemegang saham lain ditujukan untuk modal kerja. PT Dwi Satrya Utama akan melaksanakan seluruh haknya sekaligus menjadi pembeli siaga, yang seluruhnya dilakukan melalui konversi utang tanpa setoran tunai. Rights issue ini disertai penerbitan waran hingga ~181,3 juta lembar dengan rasio 3 saham baru mendapatkan 1 waran dan harga pelaksanaan Rp800/lembar, yang berpotensi menambah dana hingga ~Rp145,1 M. Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 5 Agustus 2026.

🔎 Insider Transactions

Source: IDX

Top Gainer 🔥

$ENRG $SGER $BULL $TOBA
+16,33% +10,89% +10,78% +9,95%

Top Loser 🤕

$BUVA $BRPT $PGEO $ARTO
-5,11% -3,43% -3,35% -3,33%

 🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • Danantara melalui PT Daya Energi Bersih Nusantara pada Senin (13/7) mengumumkan mitra terpilih untuk pengembangan dan pengelolaan 8 proyek waste–to–energy tahap ke–2, yakni:
    • Medan Raya: Konsorsium SUEZ–IAN (SUEZ Insan Asia)
    • Kabupaten Bekasi: Konsorsium Everbright Cemerlang Energy (Everbright Harmoni)
    • Lampung Raya: Bumi Biru Indonesia (SUS Indoplas)
    • Serang Raya: Masa Depan Energi Indonesia (Chandra Waste Energy BGE)
    • Semarang Raya: Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd. (Veolia)
    • Surabaya Raya: Konsorsium Mentari Citra Lestari (Bakrie Power SUS)
    • Bogor Raya 2: Konsorsium MPM–CEVIA (Mega Power CEVIA)
    • Yogyakarta Raya: Konsorsium Cakra Energi Lestari (Pertamina NRE Tianjin CITICC)
  • Kepabeanan China mencatat bahwa ekspor China melonjak +27% YoY menjadi US$412,39 miliar pada Juni 2026, menandai all–time high dan melampaui ekspektasi konsensus di level +18,2% YoY, didorong oleh pengiriman barang–barang terkait AI di tengah kenaikan harga yang pesat akibat kelangkaan pasokan. Ekspor semikonduktor melonjak +122% YoY pada Juni 2026, menandai pertumbuhan tercepat dalam 13 tahun, sementara ekspor komputer dan komponennya naik +53% YoY. Secara gabungan, chip dan komputer mendorong lebih dari sepertiga pertumbuhan ekspor China pada Juni 2026. China juga mengekspor lebih dari 1 juta kendaraan pada Juni 2026, menandai milestone tersebut untuk pertama kalinya, dengan nilai ekspor kendaraan meningkat +70% YoY seiring ekspansi market share di Eropa.
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa pemerintah berjanji untuk terus memperkuat kualitas dan prediktabilitas implementasi kebijakan guna menjaga kepercayaan pasar. Airlangga juga menyebut bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas makroekonomi serta mendorong transformasi ekonomi melalui hilirisasi, memperkuat pengelolaan hasil ekspor valuta asing, dan meningkatkan produktivitas. Pernyataan Airlangga muncul setelah S&P Global Ratings mempertahankan rating Indonesia di level ‘BBB’ untuk kredit jangka panjang dan ‘A–2’ untuk kredit jangka pendek, dengan outlook ‘stable’. Sementara itu, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan bahwa pemerintah akan terus memperkuat anggaran negara dengan meningkatkan pendapatan pajak dan non–pajak, meningkatkan kepatuhan dan digitalisasi pajak, mengoptimalkan pendapatan dari mineral dan sumber daya alam, menargetkan pengeluaran dengan lebih baik, serta mengelola risiko pembiayaan dan utang dengan lebih efisien.
  • Danantara melalui PT Danantara Development Management Fund telah menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan teknologi asal AS, Latitude Energy, untuk menjajaki peluang pengembangan proyek gasifikasi batu bara di Indonesia. Latitude Energy akan membawa teknologi transport integrated gasification (TRIG) yang diklaim mampu mengubah batu bara menjadi gas sintetis guna diolah menjadi berbagai produk, termasuk dimethyl ether (DME) sebagai substitusi liquefied petroleum gas (LPG). Tempo melaporkan bahwa kerja sama ini menjadi langkah lanjutan pemerintah setelah pada Maret 2025 memutuskan menghidupkan kembali proyek DME. Sebelumnya, proyek DME pertama kali digagas pada 2018 melalui kerja sama Bukit Asam ($PTBA), Pertamina, dan Air Products and Chemicals Inc. dari AS, tetapi rencana tersebut terhenti setelah Air Products mengundurkan diri pada 2023.
  • Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan untuk menurunkan batas minimum harga pelaksanaan rights issue bagi emiten di papan akselerasi dan papan pemantauan khusus, sehingga harga saham baru yang bisa ditebus dalam rights issue berpeluang lebih murah. Suntikan dana publik lewat aksi korporasi ini dinilai dapat lebih menguntungkan bagi perusahaan, khususnya ketika cost of fund pendanaan utang sedang tinggi. Selain itu, Jeffrey juga menjelaskan bahwa pertimbangan untuk menurunkan batas minimum harga pelaksanaan untuk kedua papan tersebut karena mekanisme pembentukan harga di papan akselerasi dan papan pemantauan khusus berbeda.
  • Direktur Utama PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, mengatakan dalam rapat bersama DPR pada Selasa (14/7) bahwa smelter tembaga milik perusahaan di JIIPE Gresik akan mulai berproduksi kembali pada September 2026, dengan ramp–up akan dilakukan sampai akhir tahun. Produksi smelter tersebut saat ini terhenti akibat gangguan pasokan seiring longsor di tambang Grasberg, Papua Tengah, pada tahun lalu. PT Freeport Indonesia menargetkan dapat memproduksi katoda tembaga sekitar 800 juta pound pada 2026 dan 1,2 miliar pound pada 2027. PT Freeport Indonesia memproyeksikan produksi tembaga pada 2028 dan 2029 akan stabil di level 1,6 miliar pound. Selain itu, PT Freeport Indonesia menargetkan produksi emas sebanyak 21 ton pada 2026 dan 31 ton pada 2027.

🤱 7 SWF Terbaik Di Dunia: Apa Yang Bisa Indonesia Adopsi?

“Pelajaran dari GPFG dan KIA sangat eksplisit: transparansi bukanlah target jangka panjang, melainkan fondasi yang harus diletakkan sejak hari pertama. Pasar tidak menuntut kesempurnaan instan, tetapi mereka menuntut kepastian dan komunikasi yang jujur atas sebuah proses.” — klinikporto

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Danantara merupakan sovereign wealth fund (SWF) yang didirikan Indonesia untuk mengelola aset negara di bawah satu organisasi. Model SWF ini mengikuti contoh negara-negara lain seperti Singapura, Norwegia, dan Kuwait. Pada tulisan hari ini, Stockbitor klinikporto menunjukkan bahwa Danantara sebaiknya mencontoh SWF lainnya dari segi transparansi, audit, dan kredibilitas sebagai fondasi, bukan hanya sebagai target jangka panjang. Jika ada organisasi dengan skala Danantara yang mampu memutar modal negara, maka rakyat seharusnya juga dapat memantau kinerja dan hasil kerja Danantara setiap tahunnya. Ini berarti badan tersebut harus dapat menyampaikan laporan keuangan tahunan dengan rutin dan tanpa keterlambatan. Ada banyak faktor yang memang memengaruhi keterlambatan Danantara dalam menyampaikan laporan keuangan mereka: adanya sistem akuntansi ~1.000 BUMN yang perlu disetarakan, laporan konsolidasi yang tertahan di BPK, dan isu lainnya. Beliau mengakhiri tulisannya dengan pesan penting: Danantara tidak perlu menjadi SWF terbaik sepanjang masa. Investor hanya memperhatikan kredibilitas sebagai prioritas pertama.

Copyright 2026 Stockbit, all rights reserved. Anda menerima email ini karena terdaftar sebagai akun aktif di Stockbit dan/atau telah mendaftar melalui website Stockbit/Stockbit Snips.

Disclaimer:

Email ini dikirim oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri “@Stockbit.com”. Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Want to change how you receive these emails?
Unsubscribe here
Share this history on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Berita Unik dan Aneh di Dunia Copyright © 2010 Designed by Dwi Isnein Evian Syah.Own Blog