|
|
Research Mandiri Sekuritas · 14 Juli 2026 |
|
|
|
S&P Pertahankan Rating Indonesia di BBB dengan Outlook Stabil
|
|
|
|
|
🌱 What's Growin' on Today |
|
S&P pertahankan rating Indonesia di BBB dengan outlook stabil
Danantara tetapkan mitra proyek Waste to Energy tahap II untuk 8 proyek
Danantara jajaki proyek gasifikasi batu bara bersama Latitude Energy
Freeport targetkan produksi tembaga 800 juta pon dan emas 21 ton pada 2026
ARTO klarifikasi terkait merger dengan BFIN
HRTA targetkan pendapatan Rp70 T dan laba Rp1,5 T pada 2026
DATA peroleh fasilitas pinjaman Rp1,2 T dari tiga bank
BRNA right issue Rp373 M, potensi dilusi 35,71%
|
|
|
|
|
Performa IHSG:
📊 Indeks Harga Saham Gabungan 6.039,52 +1,68 (+0,03%) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
S&P pertahankan rating Indonesia di BBB, outlook stabil
|
|
|
Bloomberg melaporkan bahwa S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia di BBB dengan outlook stabil, didukung prospek pertumbuhan sekitar 5% dan komitmen menjaga defisit fiskal di bawah 3% PDB. S&P menilai tekanan fiskal dan eksternal bersifat sementara, meski beban bunga, pelemahan Rupiah, defisit transaksi berjalan, dan ketidakpastian implementasi kebijakan tetap menjadi risiko.
|
|
|
Danantara tetapkan mitra proyek Waste to Energy tahap II
|
|
|
Danantara Investment Management bersama Daya Energi Bersih Nusantara menetapkan mitra terpilih untuk pengembangan proyek Waste to Energy (WtE) tahap II mencakup 8 proyek, yakni Medan Raya yang ditangani SUEZ-IAN Consortium, Kabupaten Bekasi oleh Consortium Everbright Cemerlang Energy, Lampung Raya oleh Bumi Biru Indonesia, Serang Raya oleh Masa Depan Energi Indonesia, Semarang Raya oleh Veolia Environmental Services Asia Pte Ltd, Surabaya Raya oleh Consortium Mentari Citra Lestari, Bogor Raya 2 oleh MPM-CEVIA Consortium, serta Yogyakarta Raya oleh Cakra Energi Lestari Consortium.
|
|
|
Danantara jajaki proyek gasifikasi batu bara
|
|
|
Danantara melalui Danantara Development Management Fund menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan teknologi asal AS, Latitude Energy, untuk menjajaki pengembangan proyek gasifikasi batu bara di Indonesia. Kerja sama ini difokuskan pada pemanfaatan teknologi Transport Integrated Gasification (TRIG) guna mengonversi batu bara menjadi gas sintetis, yang dinilai berpotensi mendukung kemandirian energi, mengurangi ketergantungan impor, dan memperluas peluang pengembangan industri hilir nasional.
|
|
|
Target produksi tembaga dan emas Freeport
|
|
|
Bloomberg melaporkan bahwa PT Freeport Indonesia menargetkan produksi tembaga 800 juta pon dan emas 21 ton pada 2026, kemudian meningkat menjadi 1,2 miliar pon dan 31 ton pada 2027. Produksi tembaga diproyeksikan stabil di 1,6 miliar pon pada 2028–2029, sejalan dengan pemulihan Grasberg Block Cave, sementara smelter Manyar ditargetkan kembali beroperasi pada September 2026.
|
|
|
|
|
|
|
$ARTO klarifikasi terkait merger dengan BFIN |
|
|
Bloomberg melaporkan bahwa PT Amman Mineral Internasional (AMMN) tengah mempertimbangkasn secondary listing di Hong Kong dan mencari bank untuk menangani penawaran tersebut. Besaran dan waktu pelaksanaan masih dalam pembahasan, sementara juru bicara AMMN menolak berkomentar. Jika terlaksana, AMMN akan mengikuti PT Merdeka Gold Resources (EMAS), yang mencatatkan Hong Kong Depositary Receipts pada Juni 2026.
|
|
|
$HRTA targetkan pendapatan Rp70 T pada 2026
|
|
|
PT Sarana Menara Nusantara (TOWR) melalui anak usaha Protelindo, Iforte, BIT, IFEN, PT Solusi Tunas Pratama (SUPR) , dan PT Inti Bangun Sejahtera (IBST) memperpanjang fasilitas pinjaman bergulir dari PT Bank Mizuho Indonesia senilai maksimum Rp1,5 triliun hingga 11 Juli 2027. Protelindo memberikan corporate guarantee atas seluruh kewajiban berdasarkan perjanjian fasilitas tersebut.
|
|
|
$DATA peroleh fasilitas pinjaman Rp1,2 T dari tiga bank
|
|
|
Komisaris PT Merdeka Battery Materials (MBMA) , Provident Indonesia, menjual ~1,2 miliar (1,11%) saham MBMA dengan harga Rp478/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp571 miliar. Transaksi dilakukan pada 9 Juli 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di MBMA menjadi 0,93%.
|
|
|
$BRNA right issue Rp373 M, potensi dilusi 35,71%
|
|
|
PT Mayora Indah (MYOR) menyiapkan strategi menjaga penjualan di tengah perlambatan daya beli masyarakat. Perseroan mengandalkan penjualan produk dalam kemasan yang lebih terjangkau, seperti single pack seharga Rp1.000–Rp2.000, serta menjaga harga jual seiring penurunan harga bahan baku. Selain itu, Mayora akan memperkuat promosi, distribusi, dan penetrasi pasar, sambil mengoptimalkan pasar ekspor karena portofolio produk makanan dan minumnya telah terdiversifikasi. |
|
|
|
|
|
|
0 komentar:
Posting Komentar