π¦ BBRI 1H26: Laba Bersih +17% YoY, Siap Kembali Ekspansi Kredit Mikro
Daily Market Performance π
IHSG |
Foreign Flow |
Kurs USD/IDR |
Gold |
| 6.525,5 +0,11% | -Rp434,2 miliar | 17.720 +0,16% | 4.466 -0,65% |
Oil |
Coal |
CPO |
Nickel |
| 91,2 +3,47% | 142,0+0,71% | 4.894 +1,62% | 16.861 -0,10% |
π Stockbitor!
Bank Rakyat ($BBRI) mencatat laba bersih Rp15,4 T pada 2Q26 (+21% YoY, -1% QoQ). Hasil ini membuat laba bersih BBRI selama 1H26 mencapai Rp30,9 T (+17% YoY), setara 53% estimasi 2026F konsensus dan sedikit di atas tren semester 1 secara historis di level ~50% realisasi tahunan. Pertumbuhan laba bersih berakselerasi pada 2Q26 dibandingkan 1Q26 (+14% YoY), didorong oleh kenaikan Pre–Provision Operating Profit (PPOP) yang lebih tinggi di level +18% YoY dibandingkan 1Q26 (+8% YoY), utamanya akibat efisiensi opex yang lebih baik sehingga dapat mengkompensasi kenaikan beban provisi yang lebih tinggi.
Margin Turun Seiring Tekanan Biaya Pendanaan, tapi Kualitas Aset Terus Membaik
Meski pertumbuhan kredit terakselerasi per Juni 2026 (+16% YoY, +5% QoQ), pertumbuhan Net Interest Income (NII) melandai ke +8% YoY pada 2Q26 (vs. 1Q26: +12% YoY), utamanya akibat kenaikan Interest Expense. Dinamika ini menyebabkan Net Interest Margin (NIM) turun ke ~7,5% pada 2Q26 (vs. 1Q26: 7,9%; 2Q25: 7,8%). Selama 1H26, NIM mencapai 7,7% dan berada di kisaran atas guidance 2026F di kisaran 7,4–7,8%. Manajemen BBRI dalam earnings call 1H26 mempertahankan guidance NIM tersebut, yang didasarkan pada pertimbangan bahwa kondisi likuiditas perbankan mulai membaik dalam 1 bulan terakhir seiring dengan tren suku bunga SRBI yang telah melandai. Pada aspek kualitas aset, BBRI terus mencatatkan perbaikan. NPL dan LAR masing–masing berada di level 2,9% dan 9,1% per Juni 2026, lebih rendah baik secara kuartalan maupun secara tahunan. Oleh karena itu, manajemen juga mempertahankan guidance Cost of Credit (CoC) 2026F di kisaran 2,9–3,2%. Hanya guidance pertumbuhan kredit 2026F yang diubah, dengan naik dari kisaran +7–9% YoY menjadi +8–10% YoY.
Proyeksikan Penurunan Dividend Payout Ratio untuk Dukung Ekspansi Mikro
Manajemen BBRI mengatakan bahwa perseroan mulai percaya diri untuk menumbuhkan kembali segmen mikro seiring berbagai perbaikan pada proses bisnis — baik dari loan underwriting maupun collection — serta tren kualitas aset yang terus membaik. Meski demikian, manajemen tidak merinci atau memberikan indikasi target pertumbuhan kredit mikro dalam waktu dekat. Manajemen sendiri mengindikasikan bahwa pihaknya berencana untuk menurunkan dividend payout ratio ke level yang lebih normal setelah naik ke level 92% pada tahun buku 2025, yang ditujukan untuk mengimbangi aspek pengembalian (return) kepada investor dengan pertumbuhan (growth). Dengan target meningkatkan ROE kembali ke arah 20%, dividend payout ratio berpotensi dipangkas secara bertahap ke arah 60%.
Key Takeaway
Kami melihat bahwa kembali nyamannya manajemen untuk menumbuhkan segmen mikro dapat menjadi sentimen positif bagi saham BBRI, terutama dalam konteks investor positioning di antara 3 bank Himbara. Kami menilai absennya pertumbuhan segmen mikro sejak awal 2025 mengurangi keatraktifan BBRI di mata investor, sehingga BBRI mengalami de–rating valuasi yang signifikan. Dalam 1 tahun terakhir, P/BV BBRI turun dari level ~2x ke level ~1,5x per Senin (31/8), di mana harga saham BBRI turun paling dalam (-17%) dibandingkan Bank Negara Indonesia ($BBNI) dan Bank Mandiri ($BMRI) yang masing–masing turun -11% dan -8%. Kami meyakini keberhasilan BBRI dalam kembali menumbuhkan segmen mikro secara sustainable akan menentukan re–rating ke depan. Dengan prospek momentum kinerja yang relatif lebih positif, BBRI menjadi preferensi kami bersama dengan BBNI di antara bank Himbara.
π° KOTA Berencana Rights Issue Rp5 T, Tambah Landbank 571 Ha
- $KOTA: DMS Propertindo berencana menggelar rights issue hingga 100 miliar saham baru dengan target perolehan dana ~Rp5 T. Harga pelaksanaan dan rasio belum diumumkan, sementara perolehan dana ditujukan untuk mengakuisisi 99,99% saham di 2 perusahaan properti, PT Art Design Indonesia dan PT Mandirinusa Graha Perkasa, dari pihak non–afiliasi senilai total Rp4,4 T. Sementara itu, sisa perolehan dana ditujukan untuk modal kerja, kegiatan operasional, dan pengembangan usaha. Transaksi ini ditujukan untuk memperluas portofolio landbank di Surabaya dan Banten, dengan total tambahan seluas 571 ha. Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 6 Oktober 2026.
- $ADRO: Alamtri Resources Indonesia mencatat laba bersih US$181 juta pada 2Q26 (+41% QoQ, +84% YoY), sehingga laba bersih selama 1H26 mencapai US$309 juta (+77% YoY) atau setara 50% estimasi 2026F konsensus. Kami menilai hasil ini sejalan dengan ekspektasi, mengingat segmen aluminium belum membukukan pendapatan sama sekali selama 1H26. Secara kuartalan, kenaikan laba bersih pada 2Q26 ditopang oleh segmen mining services yang mencatatkan laba bersih US$63 juta (+111% QoQ, +140% YoY), didorong oleh penurunan biaya consumables menjadi US$18 juta (vs. 1Q26: US$32 juta) di saat volume overburden relatif stabil secara kuartalan di ~44 juta bcm. Di sisi lain, beban keuangan bersih berbalik menjadi US$13 juta (vs. 1Q26: untung US$13 juta) akibat bunga sewa pembangkit listrik yang digunakan smelter aluminium PT Kalimantan Aluminium Industry senilai US$26 juta yang mulai dibebankan pada 2Q26. Selain itu, ADRO membukukan pendapatan dividen US$34 juta pada 2Q26 yang kami perkirakan berasal dari Adaro Andalan Indonesia ($AADI), setelah pada 1Q26 belum mencatatkan pendapatan dividen sama sekali. Secara kumulatif, kenaikan laba bersih selama 1H26 ditopang oleh pendapatan dividen sebesar US$34 juta (vs. 1H25: tidak ada) dan laba JV sebesar US$34 juta (vs. 1H25: rugi US$4 juta). Berdasarkan segmennya, kedua segmen terbesar ADRO, yakni mining dan mining services, masing–masing mencatatkan kenaikan laba bersih +45% dan +54% YoY selama 1H26, di saat segmen aluminium masih mencatatkan rugi bersih US$45 juta.
- $AADI: Adaro Andalan Indonesia mencatat laba bersih US$330 juta pada 2Q26 (+42% YoY, +130% QoQ), sehingga laba bersih selama 1H26 mencapai US$474 juta (+10% YoY) dan melampaui ekspektasi karena setara 48% estimasi 2026F konsensus (vs. rata–rata 2 tahun terakhir: 64% realisasi tahunan). Kami menilai kinerja AADI selama 2026 berpotensi melampaui ekspektasi 2026F konsensus, meski risiko utama datang dari sisi logistik, di mana penurunan debit sungai di Kalimantan akibat El Nino berpotensi menghambat distribusi dan volume penjualan. Kenaikan laba bersih pada 2Q26 utamanya didorong oleh pertumbuhan laba kotor menjadi US$525 juta (+51% YoY, +104% QoQ), dengan ekspansi margin laba kotor ke level 34,9% (vs. 2Q25: 28,2%, 1Q26: 24,7%). Kenaikan laba kotor dan margin laba kotor secara kuartalan pada 2Q26 didorong oleh kenaikan pendapatan +44% QoQ, seiring kenaikan harga jual rata–rata (ASP) batu bara menjadi US$75,6/ ton (+15% QoQ) dan pertumbuhan volume penjualan menjadi 18,4 juta ton (+22% QoQ). Sementara itu, beban pokok pendapatan pada 2Q26 tumbuh lebih moderat (+24% QoQ), dengan cash cost turun menjadi US$41,2/ton (-2% QoQ).
- $ADMR: Alamtri Minerals Indonesia mencatat laba bersih US$86 juta pada 2Q26 (-1% QoQ, +15% YoY), sehingga laba bersih selama 1H26 mencapai US$174 juta (+24% YoY) dan setara 39% estimasi 2026F konsensus. Kami menilai hasil ini sejalan dengan ekspektasi, mengingat segmen aluminium belum membukukan pendapatan sama sekali selama 1H26. Secara kuartalan, laba bersih yang stabil pada 2Q26 disebabkan oleh beban keuangan bersih yang berbalik menjadi US$22 juta (vs. 1Q26: untung US$4 juta), sehingga menghapus kenaikan laba usaha sebesar US$27 juta (+25% QoQ). Beban keuangan tersebut berasal dari sewa pembangkit listrik yang digunakan smelter aluminium PT Kalimantan Aluminium Industry senilai US$26,3 juta, yang mulai dibebankan pada 2Q26. Secara kumulatif, pendapatan selama 1H26 naik +32% YoY menjadi US$584 juta, ditopang oleh kenaikan harga jual rata–rata (ASP) coking coal ke level US$186/ton (+21% YoY) dan kenaikan volume penjualan coking coal ke level 3,13 juta ton (+9% YoY). Ke depan, manajemen ADMR menargetkan penjualan ingot aluminium hingga 350 ribu ton pada 2026, melampaui estimasi produksi kami di level 300 ribu ton. Pada akhir 1H26, PT Kalimantan Aluminium Industry mencatat persediaan aluminium senilai US$320 juta, dengan 2 kargo pengiriman aluminium pertama telah berlayar pada 10 dan 29 Juni 2026.
- $AUTO: Astra International ($ASII) berencana melakukan penawaran tender sukarela hingga 238,4 juta (4,95%) saham Astra Otoparts dengan harga penawaran sebesar Rp3.600/saham, berdasarkan prospektus yang dirilis di koran Bisnis Indonesia. Penawaran tender sukarela ini dijadwalkan berlangsung pada 8 Oktober–6 November 2026.
- $UNTR: United Tractors mengumumkan kinerja operasional selama 7M26, dengan rincian sebagai berikut: 1) volume penjualan Komatsu 2.393 unit (-23% YoY), setara 60% target 2026 (vs. 7M25: 69% realisasi 2025), dengan penjualan bulanan alat berat secara bulanan pada Juli 2026 melonjak menjadi 399 unit (+31% MoM); 2) volume overburden 572,5 juta bcm (-10% YoY), setara 64% target 2026 manajemen (vs. 7M25: 58% realisasi 2025), dengan volume overburden melonjak secara bulanan pada Juli 2026 melonjak menjadi 90,9 juta bcm (+12% MoM); 3) volume penjualan batu bara 8 juta ton (-16% YoY), setara 63% target 2026 (vs. 7M25: 71% realisasi 2025), dengan penjualan batu bara termal dari PT Tuah Turangga Agung turun ke level 4,7 juta ton (-15% YoY); 4) volume penjualan emas 32 ribu oz (-78% YoY), setara 39% target 2026 (vs. 7M25: 63% realisasi 2025), seiring tambang Martabe baru mulai beroperasi kembali pada pertengahan Mei 2026; dan 5) volume penjualan nikel 973 ribu wmt (-25% YoY), setara 81% target 2026 (vs. 7M25: 63% realisasi 2025).
π Insider Transactions
Top Gainer π₯
$AKRA |
$GGRM |
$ADRO |
$AADI |
| +6,59% | +6,53% | +6,37% | +5,87% |
Top Loser π€
$MAPI |
$HRTA |
$ICBP |
$MDKA |
| -6,35% | -5,15% | -4,40% | -3,29% |
π₯ Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…
- Kepala The Fed, Kevin Warsh, mengatakan dalam pidato perdananya di simposium Jackson Hole pada Jumat (28/8) bahwa prioritas utama The Fed saat ini adalah mengendalikan inflasi, sembari menambahkan bahwa The Fed harus yakin inflasi bergerak menuju target di level 2%. Warsh menyebut bahwa inflasi personal consumption expenditures (PCE) — yang menjadi acuan inflasi The Fed — masih melampaui target dan berada di level 3,7% pada Juli 2026. Warsh menilai perbaikan data inflasi dalam 2 tahun terakhir tergolong moderat dan data terbaru belum menunjukkan perbaikan tren yang berarti. Di sisi lain, pasar tenaga kerja dinilai sudah konsisten dengan full employment, dengan tingkat pengangguran di 4,1%. Meski tetap menolak memberikan forward guidance dan tidak menyatakan dukungan eksplisit terhadap kenaikan suku bunga, pernyataan Warsh tersebut mendorong market menaikkan ekspektasi kenaikan suku bunga dalam pertemuan The Fed pada 15–16 September 2026. Berdasarkan analisis dari CME FedWatch Tool, probabilitas The Fed untuk menaikkan suku bunga dalam pertemuan tersebut naik menjadi 57% pada Jumat (28/8), dibandingkan ~40% seminggu sebelumnya.
- CNBC Indonesia melaporkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tengah merancang peraturan presiden baru yang akan mengatur pembentukan badan layanan umum (BLU) sebagai penyalur batu bara dan gas bumi untuk kebutuhan pembangkit listrik. Berdasarkan dokumen rancangan peraturan presiden yang diterima CNBC Indonesia, BLU akan bertanggung jawab untuk mencari, membeli, serta menyalurkan batu bara dan gas khusus untuk kebutuhan listrik, guna memastikan setiap pembangkit listrik memiliki pasokan energi primer yang cukup agar aliran listrik ke masyarakat dan industri tidak terputus. BLU juga akan memiliki kewenangan untuk mendapatkan stok energi dengan membeli batu bara dari perusahaan tambang swasta berupa IUP/IUPK, membeli gas dari alokasi domestik yang ditetapkan menteri, atau bahkan mengelola tambang batu bara sendiri melalui afiliasinya. Dalam transaksinya, BLU diwajibkan memperhatikan harga yang ditetapkan pemerintah, serta diizinkan melakukan hedging atau lindung nilai harga agar biaya listrik tetap stabil. Menteri ESDM akan menjadi pengawas BLU. Jika terjadi keadaan darurat energi seperti krisis pasokan nasional, BLU diberikan wewenang untuk mengambil langkah luar biasa guna menyelamatkan pasokan listrik sesuai arahan menteri. Peraturan ini juga mengatur bahwa kontrak penyediaan batu bara atau gas sebelum peraturan ini terbit akan tetap berlaku sampai masa kontraknya habis.
- Bank Indonesia dan Monetary Authority of Singapore pada Senin (31/8) mengumumkan implementasi kerangka kerja local currency transaction (LCT) yang memungkinkan transaksi bilateral diselesaikan secara langsung dalam mata uang rupiah dan dolar Singapura. Berdasarkan kerangka kerja tersebut, Appointed Cross Currency Dealers (ACCD) — yakni, bank yang ditunjuk oleh Indonesia dan Singapura untuk melakukan penyelesaian transaksi keuangan terkait transaksi bilateral — akan memfasilitasi penyelesaian transaksi berjalan, transaksi investasi langsung, dan pembayaran lintas batas dalam mata uang rupiah Indonesia dan dolar Singapura. Fitur dalam skema ini mencakup promosi kuotasi langsung antara rupiah dan dolar Singapura, serta penerapan aturan untuk mendorong penggunaan mata uang lokal. Bank–bank di Indonesia yang ditunjuk sebagai ACCD adalah Bank Central Asia ($BBCA), Bank CIMB Niaga ($BNGA), Bank DBS Indonesia, Bank Mandiri ($BMRI), Bank Maybank Indonesia ($BNII), Bank Negara Indonesia ($BBNI), Bank OCBC NISP ($NISP), Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur ($BJTM), dan Bank UOB Indonesia. Sementara itu, ACCD di Singapura termasuk DBS Bank, Oversea–Chinese Banking Corporation, dan United Overseas Bank.
- Kontan melaporkan bahwa sebanyak 64 eksportir akan mendapatkan relaksasi penempatan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) per 1 September 2026, termasuk PT Freeport Indonesia dan Vale Indonesia ($INCO). Relaksasi tersebut akan membuat kewajiban penempatan DHE SDA eksportir pertambangan menjadi minimum 30% selama 3 bulan dalam rekening valuta asing khusus di bank domestik, dibandingkan ketentuan umum sebesar 100% selama 12 bulan di himpunan bank milik negara (Himbara). Relaksasi ini diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 21/2026, di mana fasilitas ini hanya berlaku bagi eksportir yang memenuhi 3 syarat kumulatif, yakni: 1) berbentuk PT yang bergerak di sektor pertambangan; 2) memiliki minimum 1 pemegang saham dari negara yang ditetapkan pemerintah, yakni AS, China, Hong Kong, Australia, dan Kanada; serta 3) pemegang saham tersebut memiliki porsi kepemilikan minimum 10%.
- Erajaya Swasembada ($ERAA) mencatat kontraksi same store sales growth (SSSG) -8,6% YoY pada Juli 2026 (vs. Juni 2026: -11,6% YoY), sehingga SSSG ERAA selama 7M26 tumbuh +2,2% YoY (vs. 1H26: +4,1% YoY). Sementara itu, Sinar Eka Selaras ($ERAL) mencatat SSSG +2,2% YoY pada Juli 2026 (vs. Juni 2026: -0,5% YoY), sehingga SSSG ERAL selama 7M26 tumbuh +7,7% YoY (vs. 1H26: +8,8% YoY). Manajemen memperkirakan SSSG pada periode Agustus–September 2026 akan relatif moderat seiring konsumen menahan pembelian menjelang peluncuran produk baru pada akhir 3Q26 atau awal 4Q26. Manajemen menilai hal ini bersifat timing–related dan bukan pelemahan struktural. Manajemen menambahkan bahwa industri ponsel global masih tertekan oleh keterbatasan pasokan, dengan kelangkaan memory chip mendorong kenaikan biaya komponen dan keterbatasan ketersediaan perangkat. Secara konsolidasi, grup Erajaya menambah 48 toko secara net pada Juli 2026, dengan Erajaya Digital membuka 36 toko net dan ERAL membuka 6 toko net, sehingga total toko grup Erajaya mencapai 2.554 unit per Juli 2026 (vs. Juni 2026: 2.506 unit).
- GoTo Gojek Tokopedia ($GOTO) mengumumkan bahwa Catherine Hindra Sutjahyo telah mengajukan surat pengunduran dari jabatannya sebagai wakil direktur utama GOTO karena alasan pribadi/keluarga. Rencana pengunduran diri tersebut akan dibahas dalam RUSPLB pada 14 Oktober 2026.
π€ Intip Awal Mula Narasi AI
“Mungkin, Indonesia memang kalah dari pertarungan negara2 raksasa berteknologi maju ini tapi bukankah menyenangkan tinggal di negara yg tinggal mengikuti langkah yg sudah dilakukan raksasa2 dunia? ” — michaelyeoh
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Di balik ledakan AI saat ini, salah satu pionir pertama investasi dalam teknologi, Ark Investment milik Cathie Wood, sempat dicibir karena portofolionya yang babak belur hingga minus 60% pada 2022. Banyak yang mencibir visinya sebagai angan–angan kosong. Namun roda nasib berputar cepat, hari ini konsistensi investasi jangka panjangnya terbayar tuntas lewat meroketnya valuasi NVIDIA yang mencetak pendapatan belasan triliun rupiah per hari. Lewat tulisannya, Stockbitor michaelyeoh menjelaskan bahwa AI bukan hanya dilihat sebagai pembuat powerpoint atau menyusun tugas namun juga digunakan untuk berbagai bidang. AI merupakan sebuah ekosistem raksasa berbasis 5 lapisan seperti kue. Mulai dari pasokan energi sebagai fondasi bottleneck–nya, fabrikasi chip presisi tinggi, infrastruktur data center, hingga aplikasi model terapan di berbagai sektor industri riil dan penggunanya. Kabar baiknya Indonesia sebenarnya punya modal kuat karena mengamankan setidaknya dua layer penting dari total lima layer ekosistem AI. Peningkatan capex AI juga mengartikan bahwa visi dari Cathie Wood kini bertransformasi menjadi tren yang semakin melebar. Selain itu, stockbitor michaelyeoh juga membahas lebih dalam mengenai setiap layer dan resiko dari narasi ini, cek selengkapnya di sini!
Kutipan Sekilas tentang michaelyeoh
Michaelyeoh dikenal sebagai seorang trader yang ahli dalam analisa teknikal serta psikologis pasar. Beliau cukup aktif menulis di Stockbit Stream sejak 2018 silam. Stockbitor yang cukup dikenal sebagai influencer saham karena aktif di media sosial (Instagram) dan sering diundang media mainstream seperti Kumparan, CNBC, dan lainnya ini dapat kamu temukan selengkapnya di sini.
Disclaimer:
Email ini dikirim oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.
Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri “@Stockbit.com”. Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Unsubscribe here
IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$AKRA
$GGRM
$ADRO
$AADI
$MAPI
$HRTA
$ICBP
$MDKA
0 komentar:
Posting Komentar