Selasa, 18 Agustus 2026

πŸ”΅ Pemerintah target tutup 300 perusahaan BUMN pada akhir 2026

Research Mandiri Sekuritas · 18 Agustus 2026

Pemerintah Target Tutup 300 Perusahaan BUMN pada akhir 2026

🌱 What's Growin' on Today

  • Pemerintah luncurkan Bursa Mineral Strategis dan Komoditas pada 2027

  • Pemerintah target tutup 300 perusahaan BUMN pada akhir 2026

  • Target lifting minyak 2027 tetap 610 ribu bph

  • Haji Isam dirumorkan akan akuisisi 62% BYAN

  • Sinergi Internasional akuisisi 51% DOOH Rp197 M

  • BBCA 7M26: laba bersih +2% YoY

  • SILO akuisisi 14 perusahaan pemilik rumah sakit Rp6,91 T

  • MDIA masuk daftar kepemilikan saham terkonsentrasi

  • MDLN ajukan restrukturisasi obligasi USD274,5 juta

Market Recap

Performa IHSG:


πŸ“Š Indeks Harga Saham Gabungan 6.449,83 +47,94 (+0,75%)

Performa Sektor:

Sectors

Profit / Loss

πŸ’Š Healthcare

+0,13%

⛰️ Basic Materials

+0,81%

πŸ’° Financials

-0,29%

πŸš‚ Transportations

+1,42%

πŸ’» Technology

+0,40%

πŸ” Non-Cyclicals

+1,03%

🏭 Industrials

+0,25%

⚡️ Energy

+2,24%

πŸ‘— Cyclicals

+0,24%

πŸ—️ Infrastructures

+1,65%

🏠 Properties

+1,21%

Macro Moves

Luncurkan Bursa Mineral Strategis dan Komoditas

Bloomberg melaporkan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan meluncurkan Bursa Mineral Strategis dan Komoditas pada 1 Januari 2027 untuk membentuk harga acuan Indonesia bagi komoditas utama, termasuk minyak sawit, nikel, timah, batu bara, dan kopi. OJK akan menerbitkan regulasi bursa tersebut pada 17 September 2026 guna memperdalam pasar domestik, meningkatkan transparansi perdagangan, dan memperkuat posisi Indonesia sebagai penentu harga komoditas global.

Pemerintah target tutup 300 perusahaan BUMN

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah telah menutup 290 perusahaan BUMN dari total 1.074 perusahaan dan menargetkan jumlahnya mencapai sekitar 300 perusahaan pada akhir 2026. CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menjelaskan penataan dilakukan melalui merger, likuidasi, konsolidasi vertikal, dan skema lainnya untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta optimalisasi aset. Konsolidasi antara lain mencakup perusahaan pengelola aset, rumah sakit, dan sekitar 137 hotel BUMN.

Target lifting minyak 2027 tetap 610 ribu bph

Pemerintah mempertahankan target lifting minyak dalam RAPBN 2027 sebesar 610.000 barel per hari, sama dengan target APBN 2026, sementara target lifting gas diturunkan menjadi 954.000 barel setara minyak per hari dari 984.000 barel setara minyak per hari. Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI), Hadi Ismoyo, menilai target lifting minyak tersebut terlalu ambisius karena produksi 2026 diperkirakan sekitar 560.000 barel per hari di luar LPG. Dengan asumsi penurunan alamiah produksi sebesar 5%, lifting minyak 2027 diproyeksikan hanya sekitar 532.000 barel per hari, atau 552.000 barel per hari termasuk LPG. Sebaliknya, target lifting gas dinilai masih realistis, sementara asumsi harga minyak mentah Indonesia sebesar USD75 per barel dinilai cukup menguntungkan bisnis hulu migas.  

Ticker Talk

Haji Isam dirumorkan akan akuisisi 62% $BYAN

IDXChannel melaporkan beredar rumor bahwa Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam berencana mengakuisisi sekitar 62% saham PT Bayan Resources (BYAN) . Rumor mencuat setelah Haji Isam bersama pengendali BYAN Low Tuck Kwong dan pemilik Republik Korpora Indonesia Norman Joesoef meninjau area operasional BYAN di Kutai Kartanegara pada 15 Agustus 2026. Pihak Jhonlin Group belum memberikan tanggapan, sementara belum terdapat keterbukaan informasi resmi yang mengonfirmasi rencana akuisisi tersebut.

Sinergi Internasional akuisisi 51% $DOOH Rp197 M

Sinergi Internasional Investama mengumumkan telah mengambil alih 3,95 miliar (51%) saham PT Era Media Sejahtera (DOOH) dari Prambanan Investasi Sukses pada harga Rp50/saham, sehingga total nilai transaksi mencapai ~Rp197 miliar. Sinergi Internasional Investama resmi menjadi pengendali baru DOOH. Akuisisi dilakukan untuk investasi dan pengembangan usaha, termasuk peningkatan kinerja operasional, optimalisasi aset, dan penguatan tata kelola. Sinergi Internasional Investama selanjutnya akan melaksanakan penawaran tender wajib, dengan harga, jumlah saham, periode, dan mekanisme pelaksanaan akan diumumkan kemudian sesuai ketentuan yang berlaku.  

$BBCA 7M26: laba bersih +2% YoY

PT Bank Central Asia (BBCA) mencatatkan laba bersih bank-only sebesar Rp5,1 triliun pada Jul-26 (+12% MoM; +5% YoY), sehingga laba bersih selama 7M26 menjadi Rp35,3 triliun (+2% YoY). Kinerja tersebut sejalan dengan ekspektasi Mansek dan konsensus, mencapai 58–59% dari estimasi FY26F. Hasil ini terutama didorong oleh pertumbuhan pendapatan non-bunga, sementara pendapatan bunga bersih dan beban provisi relatif stabil. PPOP pada 7M26 naik menjadi Rp45,1 triliun (+1% YoY). Kredit naik +8% YoY dengan DPK naik +8% YoY. NIM 7M26 turun menjadi 5,7% (vs. 7M25: 6,2%), meski NIM bulanan naik menjadi 5,9% pada Jul-26 (vs. Jun-26: 5,6%). Beban provisi selama 7M26 relatif stabil sebesar Rp1,9 triliun, sehingga CoC turun menjadi 0,3% (vs. 7M25: 0,4%), di bawah guidance CoC FY26F manajemen sebesar 0,4–0,5%. Mansek mempertahankan rating BUY untuk BBCA. 

$SILO akuisisi 14 perusahaan pemilik rumah sakit

PT Siloam International Hospitals (SILO) berencana mengakuisisi saham 14 perusahaan pemilik properti rumah sakit dari entitas anak First REIT senilai sekitar Rp6,91 triliun. Transaksi dilakukan dalam dua tahap, yakni akuisisi delapan perusahaan pada tahap pertama dan akuisisi enam perusahaan pada tahap kedua apabila pemegang opsi jual menggunakan haknya. Akuisisi akan didukung fasilitas pinjaman sindikasi hingga Rp14,5 triliun dari PT Bank Negara Indonesia (BBNI), PT Bank CIMB Niaga (BNGA), PT Bank Central Asia (BBCA) , Bank DBS Indonesia, MUFG Bank Cabang Jakarta, dan HSBC Cabang Singapura, dengan BBNI bertindak sebagai agen fasilitas dan agen jaminan. Fasilitas mencakup pinjaman berjangka tujuh tahun, kredit revolving, dan fasilitas pendukung lainnya. Rencana ini menunggu persetujuan RUPSLB yang dijadwalkan pada 22 September 2026.  

$MDIA masuk daftar kepemilikan saham terkonsentrasi

BEI dan KSEI mengumumkan kepemilikan saham PT Intermedia Capital (MDIA) terkonsentrasi tinggi (HSC). Per 12 Agustus 2026, sejumlah pemegang saham secara agregat menguasai 94,31% dari total saham MDIA. BEI dan KSEI menegaskan pengumuman tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan pasar modal. 

$MDLN ajukan restrukturisasi obligasi USD274,5 juta

Bloomberg melaporkan bahwa PT Modernland Realty (MDLN) kembali mengajukan restrukturisasi obligasi USD274,5 juta yang jatuh tempo pada 30 April 2027 akibat kendala likuiditas. MDLN mengusulkan perpanjangan jatuh tempo hingga 30 Juni 2028 sebelum obligasi ditukar menjadi perpetual securities berbasis aset, biaya awal USD50 per USD1.000 pokok, serta bunga payment-in-kind 3% per tahun. Batas voting ditetapkan pada 24 Agustus 2026. 

Transaksi Saham di Sini
Share this history on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Berita Unik dan Aneh di Dunia Copyright © 2010 Designed by Dwi Isnein Evian Syah.Own Blog